ANDROID | What's App Inventor ?

Apa Itu App Inventor?

Versi Wikipedia
App Inventor for Android atau Google App Inventor adalah aplikasi web sumber terbuka yang awalnya dikembangkan oleh Google, dan saat ini dikelola oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT).
App Inventor memungkinkan pengguna baru untuk memprogram komputer untuk menciptakan aplikasi perangkat lunak bagi sistem operasi Android. App Inventor menggunakan antarmuka grafis, serupa dengan antarmuka pengguna pada Scratch dan StarLogo TNG, yang memungkinkan pengguna untuk men-drag-and-drop obyek visual untuk menciptakan aplikasi yang bisa dijalankan pada perangkat Android. Dalam menciptakan App Inventor, Google telah melakukan riset yang berhubungan dengan komputasi edukasional dan menyelesaikan lingkungan pengembangan online Google.

Versi Lain Tentang App Inventor
App Inventor adalah sebuah tool untuk membuat aplikasi android, yang menyenangkan dari tool ini adalah karena berbasis visual block programming, jadi kita bisa membuat aplikasi tanpa kode satupun. Mengapa disebut visual block programming?, karena kita akan melihat, menggunakan, menyusun dan drag-drops “blok” yang merupakan simbol-simbol perintah dan fungsi –event handler tertentu dalam membuat aplikasi, dan secara sederhana kita bisa menyebutnya tanpa menuliskan kode program –coding less. Wow kedengarannya menyenangkan bukan?.


Misalnya seperti gambar dibawah ini, sebuah block program pada App Inventor untuk sebuah daftar warna, tanpa kode bukan?
Framework visual programming ini terkait dengan bahasa pemrograman Scratch dari MIT, yang secara spesifik merupakan implementasi dari Open Block yang didistribusikan oleh MIT Scheller Teacher Education Program yg diambil dari riset yang dilakukan oleh Ricarose Roque. App Inventor menggunakan Kawa Language Framework dan Kawa’s dialect – yg di develop oleh Per Bothner dan di distribusikan sebagai bagian dari GNU Operating System oleh Free Software Foundation sebagai Compiler yang mentraslate visual block programming untuk diimplementasikan pada platform Android. 

Yang bisa kita lakukan dengan App Inventor adalah :

Just for fun
Katakanlah anda memiliki Handset Android, atau baru memasang virtual handset Android pada komputer anda, atau bahkan tidak sama sekali, App Inventor akan bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan seperti halnya anda menyukai mengedit gambar, bermain puzzle, mengasah otak anda seperti mengisi TTS, atau belajar sebagai basis menguatkan kemampuan logika anda, semua terasa menyenangkan.
Learning tool
Entah anda seorang pelajar, mahasiswa, guru, dosen atau hobbist anda akan bisa menjadikan App Inventor sebagai tool belajar anda. Jika anda seorang guru atau dosen anda akan membuat App Inventor menjadi alat pengajar yang hebat, karena visualisasi akan mempermudah siswa memahami dan menguasai apa yg anda ajarkan.
Membuat aplikasi
Mulai dari membuat prototype, aplikasi untuk kebutuhan pribadi & organisasi, atau aplikasi serius yang bisa anda jual

Aplikasi yg bisa dibuat dengan App Inventor
Dari tadi kita membicarakan tentang mudahnya menggunakan App Inventor, anda tentu kemudian bertanya-tanya aplikasi apa yang bisa kita buat dengan App Inventor, apa “Cuma” main-main saja?, well jawabannya tergantung anda menginginkanya menjadi seperti apa.

Karena dengan App Inventor relatif kita bisa menggunakan imajinasi kita seluas-luasnya, seperti pepatah pada android “Dalam Android imajinasi adalah batasannya”. Disini kita akan bisa membuat Games, Tool App misal barcode reader, aplikasi berbasis lokasi, untuk mengontrol LEGO Robot atau juga aplikasi untuk berkomunikasi dengan web.

Daftar Pustaka :
http://indo-android.blogspot.com/2011/09/apa-itu-app-inventor.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Google_App_Inventor

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

INFO | Instalasi OS

instalasi adalah pemasangan perangkat lunak pada system komputer . sedangkan instalasi sistem operasi adalah pemasangan system operasi pada sistem komputer . sistem operasi akan dipasang terlebih dahulu dibanding perangkat lunak yang lain  . perangkat lunak yang lain baru bisa dijalankan setelah sistem operasi terinstal dengan benar.

Tahapan - Tahapan Instalasi
Cek kesiapan perangkat keras
Setting BIOS
Booting dari media Instalasi
Setting I/O utama
persiapan dan penentuan lokasi instalasi
penentuan paket sistem operasi yang akan di Instal
proses Copy File ke hardisk
setting periferal
pembuatan user sistem operasi

penjelasan :

Cek kesiapan perangkat keras . tahapn ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dan periferalnya terpasang dengan benar. Selain itu juga untuk melihat apakah spesifikasi perangkat keras komputer didukung oleh OS tersebut

Setting BIOS. pada dasarnya tahapan ini adalah untuk mengkonfigurasi BIOS agar meletakan media instalasi dalam urutan paling atas dalam prioritas booting

Booting dari media instalasi . Apabila setting BIOS berhasil dengan baik , maka komputer akan boot dari media instalasi

Setting I/O utama . tahapan ini bertujuan untuk mengatur agar perangkat I/O utama dapat berajalan dengan baik ketika proses instalasi dilakukan

Persiapan dan penentuan lokasi instalasi. media yang palaing umum digunakan sebagai target instalasi adalah Hard Disk

penentuan paket Sistem Operasi yang akan di Instal . tahapan ini kadang tidak di perlukan jika kita memilih instalasi secara default.

proses copy ke Hard Disk setelah penentuan paket aplikasi dilakuakan, maka proses copy file instalasi ke Hard Disk dapat segera dilakukan

Setting peripheral lain. tahapan ini bertujuan untuk menginstal driver bagi peripheral pada suatu komputer

penentuan User . User adalah penggunaan dari sitem operasi yang telah di instal

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TIPS 'N TRICK | Mengatasi Komputer Yang Tidak Bisa Shutdown

Sebelum berbagi tips

Mengatasi Komputer Yang Tidak Bisa Shutdown

  ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu penyebab dari komputer anda yang tidak dapat shutdown tersebut. 

Beberapa Faktor Komputer Tidak Bisa Shutdown :  



1. Karena masih ada program yang masih berjalan di latar belakang layar.
2. Masalah pada update atau upgrade bios
 yang tidak sempurna.
3. Masalah pada perangkat driver komputer agan.
4. Ada beberapa file Windows yang corrupt.
5. Masalah pada hardware.
6. Menginstall perangkat lunak pihak ke-3.
7. Settingan BIOS di komputer atau laptop agan bukanlah settingan deafult BIOS tersebut sehingga menyebabkan komputer atau laptop agan tidak bisa shutdown.
8. Terjadi masalah pada adaptor video di IRQ dalam modus real.
9. Menginstall banyak antivirus
 sehingga bentrok atau saling perang antar antivirus. Hehehe :)
10. Komputer atau laptop agan mendukung
 Advanced Power Management (APM).
11. Bisa jadi penyebabnya adalah virus.

Note :
·                     Harap diperhatikan bahwa jika salah satu langkah yang agan gunakan work. Agan tidak perlu lanjut ke langkah berikutnya.
·                     Tapi sebaliknya, jika salah satu langkah yang agan gunakan tidak work. Agan boleh lanjut ke langkah berikutnya atau mencoba satu per satu.

#LANGKAH 1
  • Klik kanan Computer lalu klik properties atau masuk ke menu Start dan pilihComputer.

  • Pilih Advanced System Settings.

  • Lalu pilih Start Up and Recovery.

  • Lalu pilih Settings dan hilangkan tanda centang "Automatically Restart". Lalu klik "OK".

Note : Klik gambar untuk memperbesar!
Note : Sebenarnya cara ini adalah untuk mengabaikan apapun yang masih berjalan di latar belakang komputer atau laptop agan. Sehingga Windows dapat langsung shutdown atau restart tanpa menutup program yang masih berjalan. Coba bayangkan jika program aja banyak yang not responding dipaksa sampai kiamatpun komputer agan gak bakal mati. Paling matinya rusak karena hidup terus. Wkwkwkwkw :v

Setelah agan menggunakan cara diatas. Setelah reboot, agan bisa mengembalikan pengaturannya seperti semula atau tidak juga tidak apa-apa :)

#LANGKAH 2

  • Masuk ke Menu Start dan ketikkan regedit.
  • Buka HKEY_CURRENT_USER lalu double klik Control Panel dan pilih desktop.
  • Double klik pada PowerOffActive dan ubahlan nilainya menjadi 1.

#LANGKAH 3

  1. Tekan tombol [Start] dan lakukan seperti yang biasanya agan lakukan untuk mematikan komputer, dan ketika itu tidak merespon kamu perlu menekan tombol CTRL + ALT + DEL, kemudian masuk ke Task Manager.
  2. Di dalam jendela Task Manager akan melihat semua proses yang berjalan. Jika tidak, klik tab [Processes] untuk menampilkannya.
  3. Setelah kamu berada di area Proses, lihat setiap proses yang masih menunjukkan aktivitas. Klik setidaknya 2-4 proses yang sedang berjalan dan klik [End Process]. Setelah kamu telah mengakhiri setidaknya 2-4 proses tadi, kembali ke tombol start dan coba untuk log off lagi. Biarkan Task Manager tetap berjalan agar anda bisa langsung lanjutkan jika tidak berhasil.
  4. Jika komputer agan masih tidak log off atau tidak mau restart, ulangi langkah no # 3. Kali ini, hentikan beberapa proses yang menunjukkan tidak ada aktifitas di dalamnya. Setidaknya 3 proses lagi. Lalu tes lagi. Semoga berhasil!
PENTING!!! : Ada beberapa proses yang tidak boleh kamu hentikan dan jangan main-main dengan proses ini. Hal ini tidak akan membahayakan komputer agan sama sekali, tetapi agan dapat membuat prosedur lebih sulit pada diri sendiri. Proses-proses yang tidak boleh kamu hentikan adalah :
  • System Idle Process : Jika kamu menghentikan satu ini, kamu mungkin juga menekan tombol ini akan membuat semua proses berhenti. Jadi, kamu harus mereset kembali.
  • Explorer.exe : Ini akan menutup taskbar di bagian bawah komputermu dan jika anda tutup, kamu akan punya tombol sama sekali.
  • Sebaiknya juga jangan menghentikan taskmgr.exe.
#LANGKAH 4
  1. Masuk ke msconfig, tekan [Start] lalu ketik msconfig dan kemudian [Enter]
  2. Dari jendela [System Configuration] cobalah pilih tab [Start Up] dan nonaktifkan layanan yang tidak penting pada boot berikutnya. Lihat gambar dibawah lalu coba restart!


#LANGKAH 5
Pada Windows 7 yang menggunakan theme Aero, jika masalah ini juga pernah terjadi dan dapat diatasi dengan me-nonaktifkan Windows Aero dan gantilah dengan menggunakan theme Classic.

#LANGKAH 6

Jika kamu ingat beberapa saat sebelumnya kamu menginstall salah satu software dan setelah itu masalah ini mulai terjadi cobalah untuk meng-uninstall perangkat lunak ataukah driver tersebut kemudian restart. Untuk melakukan ini, klik tombol Start kemudian arahkan ke [Control Panel] -> [System] -> [Device Manager]. Klik kanan perangkat yang agan install drivernya dan pilih [Uninstall] dan setelah itu kemudian restart komputer agan!

#LANGKAH 7

Cara ini memang tergolong sangat ampuh tapi efek sampingnya adalah dapat membuat kerusakan pada komputer atau laptop agan. Mau tau bagaimana caranya ? Caranya mudah kok tinggal cabut aja kabel jek dari stop kontaknya untuk komputer sedangkan laptop tinggal matikan secara paksa dengan menekan tombol power dan bukalah tempat batteray-nya terus ambil deh. Dijamin MANTAB!!! Hehehehe :p

Tapi setelah komputer atau laptop agan dihidupkan kembali masih ada program yang not responding atau nge-hang atau apalah maka tidak ada cara lain selain mempraktekan semua cara yang telah saya berikan kecuali langkah nomor 7 ini jangan dilakukan ya soalnya berbahaya bagi PC agan :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TIPS 'N TRICK | Tips Cara Merawat Komputer Efektif

Dokter Komputer
Assalamu'alaikum...
Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam.
Kali ini ane mau share ttg Cara Merawat Komputer nih,
langsung ajja ya, cekidot :D

1. Lindungilah komputer dengan firewall. Firewall mampu membuat dinding pelindung antara komputer dan internet, firewall terbagi dalam 2 bentuk, yakni perangkat lunak firewall yang berjalan pada komputer pribadi dan perangkat keras firewall yang melindungi sejumlah komputer pada waktu yang sama. Mengapa menggunakan firewall? Ya, firewall ini berfungsi untuk menyaring file yang tidak sah atau jenis data berbahaya dari internet, jika Anda ingin memakainya, Anda dapat menemukannya di toko-toko komputer.


2. Jauhilah komputer dari benda cair, karena benda cair ini sangat sensitif sekali terhadap komputer. Seperti minyak, air dan benda cair lainnya. Jika benda cair itu sampai menyentuh alat-alat komputer bisa terjadi konslet otomatis semua perangkat-perangkat yang ada didalam komputer tersebut akan rusak.


3. Hindarilah komputer dari api, point ke-3 ini sudah jelas harus kita lakukan. Apalagi namanya api jika api tersebut sudah memakan barang-barang elekronika maka sisanya hanya abu buat kita.jadi mari jauhkan dari benda tersebut.


4. Jauhkan dari benda-benda yang bersifat magnet, sebab akan merusak hardisk kita. Apalagi harga harddisk saat ini cukup mahal harganya. Lebih baik mencegah atau merawat bukan? Daripada memperbaiki.


5. Jangan terlalu lama menggunakan komputer sebab semakin lama kita menggunakannya, maka kinerja komputer akan semakin melemah. Dan biasakan restart komputer setelah pemakaian lebih dari 10 jam supaya program-program yang ada didalam komputer dapat bekerja normal.
 

6. Matikanlah komputer dengan prosedur yang benar, yakni : klik Start lalu shutdown atau restart jika Anda hanya ingin me-restartnya.


7. Gunakanlah antivirus sebagai langkah mencegah komputer dari berbagai virus yang berbahaya. Alangkah baiknya Anda menggunakan Antivirus dengan kualitas terpercaya dan berkualitas.

 
8. Bersihkanlah file-file sampah yang terdapat pada komputer. Bagaimana cara membersihkan komputer dari file sampah? Berikut ini adalah langkahnya : Klik logo Windows --> Ketik Run di kolom pencarian --> Ketik cleanmgr lalu OK, lalu Anda tinggal pilih file yang ingin dihapus. Cara lainnya, Anda dapat menggunakan CCleaner, aplikasi pembersih file tidak terpakai yang sangat bagus.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

INFO | Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan

Kepada
Yth. Kepala Bagian Personalia
HR – Recruitment , PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Jl. DR KRT Radjiman Widyodiningrat
Pulo Gadung Jakarta Timur, Gd.2
Jakarta

Hal : Permohonan Pekerjaan

Dengan hormat,

Berdasarkan iklan yang dimuat pada Harian Radar Majalengka pada tanggal 11 Februari 2014, tentang lowongan kerja sebagai Operator, saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama                              : Nano Komara
Tempat, Tanggal Lahir   :  Majalengka, 1 Juni 1997
Usia                                : 17 tahun
Pendidikan Terakhir       : SMKN 1 MAJA
Alamat Asal                   : Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka
Domisili                          : Majalengka
Telepon                           : 082127605950      

Dengan ini mengajukan lamaran untuk mengisi lowongan tersebut.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan:

1.             Foto Copy Ijazah terakhir
2.             Daftar Riwayat Hidup
3.             Foto Copy KTP
4.             Foto Copy SIM
5.             Surat Keterangan Kelakuan Baik Dari Kepolisian
6.             Foto ukuran 3 x 4 = 2 lembar
Demikian surat permohonan pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

                                                                                                        Maja, 10 Maret 2014
                                                                                                            Hormat Saya,



                                                                                                          Nano Komara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CATATANKU | Tried As the Rice "The Contains The Duck"




Mencoba Seperti Padi "Semakin Berisi Semakin Merunduk"

rasa lelah bisa terobati ketika hal yang membuat kita lelah itu mempunyai hasil yang memuaskan,
dan beda halnya ketika hal yang meskipun tidak membuat kita lelah tapi bisa jadi melelahkan karena hasil yang kita temui tidak memuaskan.
Bete Namanya
Entah harus memulai darimana..
yang jelas saya sangat kurang berkenan ketika saya mencoba memberikan yang terbaik untuk sekolah saya, guru saya di sekolah, tapi apa balas budinya untuk saya??
eh malah dengan begitu enaknya salah salah satu guru itu mencoba bermain dengan nilai yang saya punya.
hanya ini yang ingin saya sampaikan
Sewajarnya guru lebih tahu daripada muridnya, dan adakalanya murid lebih mengetahui daripada gurunya.
Disini kita saling melengkapi, bukan murid berjalan melangkah didepan, bukan guru yang berjalan didepan murid, tapi kita bersama-sama melangkah untuk membuat bangsa dan negeri ini menjadi lebih baik.
Untuk kali ini saya sedang mencoba belajar seperti sang padi,
semakin ia berisi, semakin ia merunduk.
Semakin saya tahu, semakin saya merasa bodoh ^_^
Just Get The Code and Fell The Soul (Ngoding)
Ngoding ;)
  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MAKALAH | FISIKA TENTANG "ALAT UKUR"

MAKALAH FISIKA
TENTANG “ALAT UKUR”






Disusun Oleh : Kelompok I
-          Nano Komara
-          Siti Rahma A.
-          Andika Pratama
-          Andriyana Hidayat
-          Lela Nuryani




SMK NEGERI 1 MAJA

2013/2014


Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah  yang berjudul ”Alat Pengukuran”  ini sesuai dengan petunjuk, kemampuan, serta ilmu pengetahuaan yang penulis miliki.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bemanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi siapa saja yang membacanya.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari teman-teman yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                                             Maja, 7 Maret 2014

Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG...................................................................................
B.      RUMUSAN MASALAH.............................................................................
C.      TUJUAN PENULISAN...............................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.      JANGKA SORONG...................................................................................
B.      NERACA OHAUS.....................................................................................
C.      AVOMETER.............................................................................................
D.      MIKROMETER SKRUP..............................................................................
E.       GELAS UKUR...........................................................................................
BAB III PENUTUP


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ilmu Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang berlandaskan eksperimen, dimana eksperimen itu sendiri terbagi dalam beberapa tahapan, di antaranya pengamatan, pengukuran, menganalisis, dan membuat laporan hasil eksperimen. Dalam melakukan eksperimen diperlukan pengukuran dan alat yang digunakan di dalam pengukuran yang disebut alat ukur.
Banyak sekali alat ukur yang sudah diciptakan manusia baik yang tradisional maupun yang sudah menjadi produk teknologi modern. Salah satu contohnya adalah alat ukur besaran massa seperti neraca, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur.
Sebelum memakai neraca, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur didalam suatu eksperimen, hal pertama yang harus dipahami dalam suatu praktikum adalah prinsip kerja serta fungsi dari komponen-komponen yang terdapat pada neraca, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur tersebut agar diperoleh data yang benar. Selain itu, untuk memperoleh data yang benar dan akurat di dalam suatu eksperimen diperlukan juga pengukuran dan penulisan hasil pengukuran dalam satuan yang benar serta keselamatan kerja dalam pengukuran menjadi poin yang patut diperhitungkan sehingga berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di dalam melakukan eksperimen tidak perlu terjadi.
Oleh sebab itu, Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. Praktikan akan terampil dalam praktikum apabila mereka memiliki keterampilan melakukan pengukuran sesuai prosedur, membaca hasil ukur, menuliskan hasil pengukuran sesuai aturan yang berlaku, dan dapat melakukan kalibrasi alat ukur serta yang paling dasar praktikan mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, komponen-komponen, dan prinsip kerja.




B.  Rumusan Masalah
Bagaimana cara dan  prinsip kerja neraca?
Apa itu neraca ohaus, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur?
Apa fungsi  neraca ohaus, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur dan bagaimana cara menggunakannya?

C.  Tujuan  Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
Mengetahui bagian –bagian  pada neraca ohaus, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur.
Mengetahui fungsi pada neraca ohaus, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur.
Mengetahui bagaimana cara menggunakan neraca ohaus, mikrometer, avometer, jangkasorong, dan gelas ukur.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Jangka Sorong

1.      Pengertian
Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua  bagian skala, yaitu skala tetap (tidak dapat digeser)  dan skala nonius (dapat digeser). Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm.
Pada nonius jangka sorong biasanya didapatkan 49 bagian skala utama, 50 bagian skala nonius, atau 50 bagian skala nonius 49 mm, sehingga jarak antara 2 skala nonius terdekat adalah 49/50 mm = 0,98 mm. nst nonius jangka sorong dapat dicari dengan rumus :
Nst nonius = selisih jarak antara dua nst skala utama dengan jarak antara dua skala  nonius.
Hasil pengukuran jangka sorong ( H ) adalah berdasarkan hasil bacaan skala utama + hasil baca skala nonius dengan patokan angka nol ( 0 ) skala nonius (skala geser).
2.      Bagian-bagian Jangka Sorong
1).  Gigi luar: berfungsi untuk mengukur dimensi luar (tebal, lebar atau Ø batang kayu)
2). Gigi dalam: untuk pengukuran bagian dalam (lebar lubang pen, Ø lubang bor, alur dll)
3). Pengukur kedalaman: Paling baik untuk pengukuran dalam lubang pen danbor.
4). Ukuran utama (cm): skala utama yang digunakan untuk membaca hasil pengukuran.
5). Ukuran sekunder (inch): skala alternatif dalam satuan inch.
6). Patokan pembacaan skala utama (cm)
7). Patokan pembacaan skala sekunder (inch)
8). Untuk menghentikan atau melancarkan geseran pengukuran.

3.      Jenis-jenis Jangka Sorong
1).   Jangka sorong nonius ( Vernier Caliper )
            Ada dua jenis utama dari jangka sorong nonius. Jenis pertama hanya digunakan untuk mengukur dimensi luar dan dimensi dalam sedangkan jenis kedua selalu untuk mengukur dimensi luar dan dimensi dalam, juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian.
Pada jenis pertama, untuk pengukuran dimensi dalam maka harga yang dibaca pada skala linier harus ditambah dengan tebal dari ujumg kedua rahang ukur. Biasanya rahang ingsut/jangka sorong ini mempunyai kapasitas ukur sampai 150 mm, sedangkan untuk jenis yang besar dapat sampai 1000mm. kecermatan pembacaac tergantung dari skala noniusnya dalam hal ini adalah 0,10 ; 0,50 atau 0,2 mm.

2.   Jangka sorong Jam (Dial Caliper)
Mistar ingsut / jangka sorong jam yang memakai jam ukur sebagai ganti dari skala nonius. Gerak lurus dari sensor diubah menjadi gerak berputar dari jam penunjuk dengan perantaraan roda gigi. Pada poros jam ukur dan batang bergigi yang melekat di tengah-tengah sepanjang batang ukur.
3.   Jangka sorong Ketinggian (Hight Gauge)
Suatu jenis jangka sorong yang berfungsi sebagai pengukur ketinggian disebut jangka sorong ketinggian. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur yang bergerak vertical pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Skala utama pada batang ukur ada yang dapat diatur ketinggiannya, dengan menggunakan penyetel yang terletak dipuncaknya. Dengan demikian pembacaan ukuran dapat diatur mulai dengan bilangan bulat.
Sebelum melakukan pengukuran, hendaknya terlebih dahulu dilakukan pengecekan kondisi alat pengukuran, apakah masih layak pakai atau tidak. Sebab pemakaian alat pengukuran yang sudah terrlalu lama bisa mempengaruhi tingkat ketelitian alat tersebut terhadap hasill pengukuran. Metode pengujian ini dinamakan dengan metode kalibrasi. Kesalahan-kesalahan dari alat ukur biasanya terjadi pada penunjukan skala, penunjukan awal posisi nol pada skala dan sebagainya. Pada jangka sorong kesalahan yang terjadi biasanya pada saat awal sebelum pengukuran, yaitu ketika rahang geser dan rahang tetap di tutup rapat. Posisi angka nol pada skala nonius tidak tetap berada di posisi angka nol pada skala utama, kadang bisa lebih atau kurang. Kelebihan atau kekurangan penunjukkan skala tersebut biasa dinamakan dengankesalahan nol (zero error).
Jika posisi nol pada skala nonius berada di sebelah kanan posisis nol pada skala utama atau dinamakan juga kesalahan nol positif, maka hal ini berarti bahwa hasil pengukuran lebih dari nilai sebenarnya, sehingga untuk mendapatkan nilai yang sebanarnya digunakan formula sebagai berikut :
            Nilai sebenarnya = hasil pengukuran – kesalahan nol
Jika posisi nol pada skala nonius berada di sebelah kiri posisi nol pada skala utama atau dinamakan juga kesalahan nol negatif, maka hal ini berarti bahwa hasil pengukuran kurang dari nilai sebenarnya sehingga untuk mendapatkan nilai sebenarnya sehingga untuk mendapatkan nilai yang sebenarnya digunakan formasi sebagai berikut:
Nilai sebenarnya = hasil pengukuran + kesalahan nol

4.      Kegunaan Jangka Sorong

Kegunaan jangka sorong adalah:
1). untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit
2). untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada   pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur
untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara
menancapkan / menusukkan bagian pengukur.

5.      Penggunaan Jangka Sorong
Adapun penggunaan jangka sorong, adalah sebagai berikut :
1).      Mengukur Diameter Luar Benda
Cara mengukur diameter, lebar atau ketebalan benda:
Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang, masukkan benda ke rahang bawah jangka sorong, geser rahang agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan.
2).      Mengukur Diameter Dalam Benda
Cara mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa atau tabung :
     Putarlah pengunci ke kiri, masukkan rahang atas ke dalam benda ,
geser agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan.
3).      Mengukur Kedalaman Benda
Cara mengukur kedalaman benda :
Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang sorong hingga ujung lancip menyentuh dasar tabung, putar pengunci ke kanan.

B.     Neraca O’haus

1.      Pengertian
Neraca Ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membanding massa benda yang akan diukur dengan anak timbangan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Kemampuan pengukuran neraca ini dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan. Anak timbangan dapat digeser menjauh atau mendekati poros neraca . Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang. Ada juga yang mengatakan prinsip kerja massa seperti prinsip kerja tuas.

2.      Skala Dalam Neraca Ohaus

Banyaknya skala dalam neraca bergantung pada neraca lengan yang digunakan. Setiap neraca mempunyai skala yang berbeda-beda, tergantung dengan lengan yang digunakannya.
Ketelitian neraca merupakan skala terkecil yang terdapat dalam neraca yang digunakan disaat pengukuran. Misalnya pada neraca Ohauss dengan tiga lengan dan batas pengukuran 310 gram mempunyai ketelitian 0,01 gram. Hal ini erat kaitannya ketika hendak menentukan besarnya ketidakpastian dalam pengukuran.

Berdasarkan referensi bahwa ketidakpastian adalah ½ dari ketelitian alat. Secara matematis dapat ditulis:Ketidakpastian = ½ x skala terkecil. Misalnya untuk neraca dengan tiga lengan dan batas ukur 310 gram mempunyai skala terkecil 0,1 gram, sehingga diperoleh ketidakpaastian ½ × 0 = 0,05.

3.      Jenis Neraca Ohaus

Neraca Ohaus terbagi menjadi dua macam, di antaranya:
1). Neraca Ohaus dua lengan

Nilai skala ratusan dan puluhan di geser, tapi skala satuan dan 1/100 nya di putar. Gambar (1.10) merupakan neraca Ohaus dua lengan. Neraca ini memiliki dua lengan. Lengan depan terdapat satu anting logam yang digeser-geser dari 0, 10, 20, …, 100g. Sedangkan lengan belakang lekukan-lekukan mulai dari 0, 100, 200, …, 500 g. Selain dua lengan, neraca ini memiliki skala utama dan skala nonius. Skala utama 0 sampai 9 g sedangkan skala nonius 0 sampai 0,9 g.

Neraca Ohaus dua lengan terdiri dari beberapa komponen, di antaranya:
1. Lengan depan
2. Lengan belakang
3. System magnetic
4. Penggeser anak timbangan
5. Venier
6. Kait
7. Skala
8. Lekuk
9. Wadah
10. Alas

2).      Neraca Ohaus tiga lengan

Adalah nilai skalanya dari yang besar sampai ketelitian 0.01 g yang di geser.
Neraca ini memiliki tiga lengan, yakni sebagai berikut:

Lengan depan memiliki anting logam yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, 4,….., 10gr. Di mana masing-masing terdiri 10 skala tiap skala 1 gr.jadi skala terkecil 0,1 gram
Lengan tengah, dengan anting lengan dapat digeser, tiap skala 100 gr, dengan skala dari 0,100, 200, ………, 500gr.
Lengan belakang, anting lengan dapat digeser dengan tiap skala 10 gram, dari skala 0, 10, 20, …, 100 gr.

4.      Cara Pengukuran Massa Benda Dengan Neraca Ohaus

Dalam mengukur massa benda dengan neraca Ohaus dua lengan atau tiga lengan sama. Ada beberapa langkah di dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan neraca ohaus, antara lain:

Melakukan kalibrasi terhadap neraca yang akan digunakan untuk menimbang, dengan cara memutar sekrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke kanan posisi dua garis pada neraca sejajar
Meletakkan benda yang akan diukur massanya
Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika panahnya sudah berada di titik setimbang 0 dan
Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya.

5.      Bagian-bagian Neraca Ohaus

Tempat beban yang digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur.
Tombol kalibrasi yang digunakan untuk mengkalibrasi neraca ketika neraca tidak  dapat       digunakan untuk mengukur.
Lengan neraca untuk neraca 3 lengan berarti terdapat tiga lengan dan untuk neraca ohauss 4  lengan terdapat empat lengan.
Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digeser-geser dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.
Titik 0 atau garis kesetimbangan, yang digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.

3). Kalibrasi

Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.
Sistem manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran. ISO 9000 dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.

Kalibrasi diperlukan untuk:

• Perangkat baru
• Suatu perangkat setiap waktu tertentu
• Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
• Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi
• Ketika hasil observasi dipertanyakan

Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar tombol kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung lengan tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.


6.      Pembacaan dan penulisan hasil pengukuran dari neraca Ohaus

Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan Neraca dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

-          Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh anting (pemberat) pada masing-masing lengan neraca. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan :

-          Hasil Pengukuran (xo) = Penjumlahan dari masing-masing Lengan Misalnya pada neraca Ohauss III lengan berarti hasilnya= LenganI + Lengan II +Lengan III.  Seperti halnya pada alat ukur panjang, hasil pengukuran menggunakan neraca dapat anda laporkan sebagai : Massa M = xo ± ketidakpastian

C.    Avometer
http://tipalayodotnet.files.wordpress.com/2011/09/avo-meter.jpg?w=640
1.       Pengertian
Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.
AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat, Tetapi sebelum mempergunakannya, para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pemakaiannya dan akan menyebabkan rusaknya AVO meter tersebut.

2.       Jenis-jenis Avometer
Berdasarkan prinsip kerjanya, ada dua jenis AVO meter, yaitu AVO meter analog (menggunakan jarum putar / moving coil) dan AVO meter digital (menggunakan display digital). Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya, tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya. Misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa baterai DC dan probe / kabel penyidik warna merah dan hitam.
Pada AVO meter digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka (digit), sedangkan AVO meter analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukkan skala. Sehingga untuk memperoleh hasil
ukur, harus dibaca berdasarkan range atau divisi. AVO meter analog lebih umum
digunakan karena harganya lebih murah dari pada jenis AVO meter digital.
1).  AVO Meter Analog
AVO Meter analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. Untuk memperoleh hasil pengukuran, maka harus dibaca berdasarkan range atau divisi. Keakuratan hasil pengukuran dari AVO Meter analog ini dibatasi oleh lebar dari skala pointer, getaran dari pointer, keakuratan pencetakan gandar, kalibrasi nol, jumlah rentang skala. Dalam pengukuran menggunakan AVO Meter Analog, kesalahan pengukuran dapat terjadi akibat kesalahan dalam pengamatan (paralax).
Keterangan :
1. Meter Korektor, berguna untuk menyetel jarum AVO meter ke arah nol,
saat AVO meter akan dipergunakan dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.
2. Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan
kemampuan batas ukur yang dipergunakan yang berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Saklar putar (range selector switch) ini merupakan kunci utama bila kita menggunakan AVO meter. AVO meter biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran, yaitu :
- Posisi (Ohm) berarti AVO Meter berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri
dari tiga batas ukur : x1; x10; dan K.
- Posisi ACV (Volt AC) berarti AVO Meter berfungsi sebagai voltmeter AC
yang terdiri dari lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DCV (Volt DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai voltmeter DC
yang terdiri dari lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DC mA (miliampere DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai miliamperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur, yaitu: 0,25; 25; dan 500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe AVO meter yang satu
dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama

D.    Mikrometer Skrup
1.      Pengertian
Micrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur maksimal 25 mm. Untuk mengukur benda-benda yang berukuran pendek atau kecil seperti kawat, kertas, alumunium digunakan micrometer sekrup. Mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi yaitu 0,01 mm. Micrometer sekrup mempunyai dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala nonius ditunjukkan oleh selubung yang menyerupai mur. Skala pada selubung dibagi menjadi 50 bagian, satu bagian skala pada selubung mempunyai nilai 1/50 X 0,5 mm = 0,001 mm. skala utama micrometer terdapat pada batangnya. Satu bagian pada skala utama nilainya 0,1 mm.
Bagian utama micrometer adalah sebuah poros berulir yang terpasang pada sebuah silinder pemutar yang disebut bidal (selubung luar). Jika selubung luar diputar 1 kali maka rahang geser dan juga selubung luar maju atau mundur 0,5 mm. Karena selubung luar memiliki 50 skala, maka 1 skala pada selubung luar sama dengan jarak maju atau mundur rahang geser sejauh 0,5 mm/50 = 0,01 mm. Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.
Hasil pengukuran dengan micrometer sekrup (H) adalah (jumlah skala utama       sampai atas skala nonius x 0,5 mm) + (jumlah skala nonius sampai garis skala nonius yang segaris dengan garis horizontal pada skalam tetap x 0,01 mm).
Mikrometer sekrup memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar setengah dari nilai skala terkecil (skala nonius). Skala terkecil dari micrometer sekrup adalah 0,01 mm. dengan demikian ketidakpastian micrometer sekrup bisa didapat dengan menggunakan rumus: ∆X = 1/2 x nst ( nilai skala terkecil)
                                                  ∆X = 1/2 x 0,01 mm = 0,05 mm.

2.      Jenis-jenis Mikrometer

Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut
1).      Mikrometer Luar
Alat ukur yang dapat mengukur dimensi luar dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sejajar yang berhadapan, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada satu sisi rangka berbentuk U, dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak tegak lurus terhadap muka ukur, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle. Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan, blok-blok dan batang-batang.

2).      Mikrometer dalam
Alat ukur yang dapat mengukur dimensi dalam dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sferis yang saling membelakangi, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada batang utama dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak searah dengan sumbunya, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle..Mikrometer sekrup dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda.

3).      Mikrometer kedalaman
Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot.

    Skala pada mikrometer sekrup ada dua yaitu ;
1).      Skala Utama (SU), yaitu skala pada pegangan yang diam (tidak berputar) ditunjuk oleh bagian kiri pegangan putar dari mikrometer sekrup.
2).      Skala Nonius (SN), skala pada pegangan putar yang membentuk garis lurus dengan garis mendatar skala diam dikalikan 0,01 mm.

3.      Cara Membaca Mikrometer Skrup

Untuk menggunakan mikrometersekrupcdapat dilakukan dengan langkah berikut :
a). Putar bidal (pemutar) berlawanan arah dengan arah jarum jam sehingga
ruang antara kedua rahang cukup untuk ditempati benda yang akan diukur.
b). Letakkan benda di antara kedua rahang.
c). Putar bidal (pemutar) searah jam sehingga saat poros hampir menyentuh benda, pemutaran dilakukan dengan menggunakan roda bergigi agar poros tidak menekan benda. Dengan memutar roda berigi ini, putaran akan berhenti segera setelah poros menyentuh benda. Jika sampai menyentuh benda yang diukur, pengukuran menjadi tidak teliti.
d). Putar sekrup penggeser hingga terdengar bunyi klik satu kali.
e). Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius dengan rumus :
            H = (skala utama x 0,5 mm) + (skala nonius x 0,01 mm)
            Beberapa hal yang diperlukan sewaktu menggunakan mikrometer sekrup:
1).      Permukaan benda ukur, mulut ukur dari mikrometer sekrup harus dibersihkan dahulu adanya kotoran, terutama bekas proses pengukuran dapat menyebabkan kesalahan ukur maupun merusak permukaan mulut ukur.
2).      Sebelum dipakai kedudukan nol mikrometer sekrup harus diperiksa. Kedudukan nol disetel dengan cara merapatkan mulut ukur dengan ketelitian silindet tetap diputar dengan memakai kunci penyetel sampai garis referensi dari skala tetap bertemu dengan garis nol dari skala putar.
3).      Bukalah mulut ukur sampai sedikit melebihi dimensi objek ukur. Apabila dimensi tersebut cukup satu bar maka poros ukur dapat digerakkan dengan cepat dengan cara menyelindingkan silinder putat pada telapak tangan. Jangan sekali-kali memutar rangkanya dengan memegang silinder putar seolah-olah memegang mainan kanak-kanak.
4).      Benda ukur dipegang dengan tangan kiri dan mikrometer sekrup di telapak tangan kanan, dan ditahan oleh kelingking, jari manis, serta jari tengah. Telunjuk dan ibu jari dugunakan untuk memutar silinder pusat.
Pada waktu mengukur, maka penekanan poros ukur benda ukur tidak boleh terlalu keras sehingga memungkinkan kesalahan ukur karena adanya deformasi (perubahan bentuk) dari benda ukur maupun alat ukurnya sendiri. Kecermatan pengukuran tergantung atas penggunaan tekanan pengukuran yang cukup dan selalu tetap. Hal ini dapat dicapai dengan cara memutar silinder putar melalui gigi gelincir atau tabung gelincir atau sewaktu poros ukur hampir mencapai permukaan benda ukur.

Hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius dapat ditentukan dengan rumus :
                        H = (skala utama x 0,5 mm) + (skala nonius x 0,01 mm)
Misalkan :
Terdapat sebuah objek yang diukur, angka pada skala utama menunjukkan 8, sedangkan sedangkan skala noniusnya berimpit pada angka 30. maka hasil pengukuranya adalah:
(8 x 0,5 mm) +( 30 x nst (0.01) mm) = 4,30 mm


4.      Fungsi Mikrometer Skrup

Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Misalnya tebal kertas. Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter kawat yang kecil.
Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.

E.     Gelas Ukur


Gelas ukur, fungsi dan cara penggunaannya
Fungsi dan penggunaan dari gelas ukur (gelas kimia) di laboratorium adalah sebagai alat ukur volume cairan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi. Gelas transparan ini tentu tidak asing bagi para siswa sekolah yang telah melakukan uji laboratorium. Terdapat berbagai ukuran gelas ukur ini, mulai dari 5 mL sampai 2 Liter, bahkan sekarang ada juga yang lebih besar.

Sebuah 
gelas ukur, pengukur silinder atau yang bisa juga disebut silinder pencampur adalah bagian dari peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengukur volume cairan. Gelas ukur umumnya lebih akurat dan tepat dari termos laboratorium dan gelas. Namun, mereka kurang akurat dan tepat dari gelas volumetrik, seperti labu ukur (volumetric flask) atau pipet volumetrik. Untuk alasan ini, gelas ukur tidak boleh digunakan untuk melakukan analisis volumetrik. Gelas ukur ini kadang-kadang digunakan secara tidak langsung untuk mengukur volume solid dengan mengukur perpindahan atau kenaikan cairan.

Umumnya, gelas ukur terbuat dari polypropylene karena ketahanan kimia yang baik atau polymethylpentene untuk transparansi, hal itu membuat gelas menjadi lebih ringan namun lebih rapuh dari kaca. Polypropylene kelas khas komersial mencair lebih dari 160 ° C (320 ° F), kerusakan pada gelas ukur dapat mempengaruhi akurasi pengukuran.

Sebuah gelas ukur tradisional (A dalam gambar) biasanya sempit dan tinggi (sehingga dapat meningkatkan akurasi dan presisi pengukuran volume) dan memiliki dasar plastik atau kaca dan "corot" untuk memudahkan aliran cairan mengalir dari gelas ukur. Versi tambahan lebar dan rendah. Jenis lain dari silinder (B dalam gambar) memiliki sendi kaca tanah bukannya "corot", sehingga mereka dapat ditutup dengan stopper atau terhubung langsung dengan unsur-unsur lain dari bermacam-macam, mereka juga dikenal sebagai silinder pencampuran. Dengan jenis silinder, cairan meteran tidak dituangkan secara langsung, tetapi sering dihapus menggunakan kanul. Sebuah gelas ukur dimaksudkan untuk dibaca dengan permukaan cairan di tingkat mata, di mana pusat meniskus menunjukkan jalur pengukuran. 

Fungsi gelas ukur tersebut juga bisa digunakan ibu di dapur untuk mengukur komposisi sebuah adonan agar tepat dengan citarasa.



Cara penggunaan gelas ukur kimia di laboratorium yaitu hanya tinggal membaca skala yang tertera secara sederhana.

Gambar gelas ukur dapur, biasa digunakan untuk menakar ingredients yang dibutuhkan.



BAB III
PENUTUP
Demikian makalah FISIKA ini. Semoga makalah tentang Alat Ukur ini dapat memberikan manfaat, motifasi, dalam proses pembelajarn mata pelajaran fisika. Seorang Pelajar adalah dia yang ingin tahu, dan ingin maju, untuk dirinya dan masa depan bangsa ini. Salam Semangat !!!



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS