Hujan, Luka & Kenangan.

Tidak hari ini
Tidak hari kemarin
Hujan turun seirama
Jatuh diketiadaan
Berteriak pada kesepian

Entah apa yang kamu fikirkan. Entah apa yg saya rasakan. Kita selalu tak sejalan. Tak sepaham.

Hujan?
Bukan. Maksudnya air yg tumpah dari langit sedikit demi sedikit. Yg Seolah mengurai kesedihan yg mendalam.
Tentang gerimis-gerimis rindu, sampai pada tetesan-tetesan kenangan yg jatuh bersamaan. Mungkin itu yg dimaksud dg hujan.

Teruntuk kau, seseorang yg tak bisa kujangkau.
Dengan jemari ataupun dengan berlari.
Lihat, dari balik jendelamu serta dari bilik kamarku hujan turun perlahan. 📝

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kamu

Sepagi itu rindu datang;
Mengetuk pintu untuk bertamu;
Menuntun kita dalam temu.
Kadang dia menjelma hujan, rintiknya yg mengundang ingat - menolak lupa. Kadang dia menjelma tempat, suasana, waktu dan kenangan. Dia ada, berubah disemua hal yg dia ingin untuk dihinggapinya. "Dia itu, rindu" 


Kamu?
 Seperti petikan puisi cahaya bulannnya nicholas saputra pada film Gie "Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta." itulah kamu.
Aku suka gunung, kamu pilih pantai.
Aku kuno, kamu modern.
Kamu suka keramaian, aku cinta hening.
Selalu begitu.

Tapi... Ada satu yg kita sama-sama suka.
Senja, jingga.
Kala senja jalan berdua,
Mengundang tawa kala kita bersua.

Senja, jingga. Mulut, bicara. Hati, merasa. Tentangmu, aku menolak lupa.

Dan Kamu. . 
Selalu tentangmu. Sejak kapan aku tak berfikir tentang dirimu. Bohong bila aku melupakanmu. Karenamu... Aku merasa ada; dicinta; nyata; bukan khayal belaka.

Kamu itu merah;
Kadang biru.
Kamu itu kuning;
Kadang hijau.
Kamu itu Hitam;
Kadang putih.
Kamu adalah semua warna yg ada dalam hidupku.
Tapi jingga adalah kita. Aku, kamu membaur jadi satu.

Bohong bila setelah hujan akan ada pelangi. Padahal itu hanya garis penuh cinta. Cerita antara kau dan aku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS