Kamu
Sepagi itu rindu datang;Kadang dia menjelma hujan, rintiknya yg mengundang ingat - menolak lupa. Kadang dia menjelma tempat, suasana, waktu dan kenangan. Dia ada, berubah disemua hal yg dia ingin untuk dihinggapinya. "Dia itu, rindu"
Mengetuk pintu untuk bertamu;
Menuntun kita dalam temu.
Kamu?Seperti petikan puisi cahaya bulannnya nicholas saputra pada film Gie "Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta." itulah kamu.
Aku suka gunung, kamu pilih pantai.
Aku kuno, kamu modern.
Kamu suka keramaian, aku cinta hening.
Selalu begitu.
Tapi... Ada satu yg kita sama-sama suka.
Senja, jingga.
Kala senja jalan berdua,
Mengundang tawa kala kita bersua.
Senja, jingga. Mulut, bicara. Hati, merasa. Tentangmu, aku menolak lupa.
Dan Kamu. .
Selalu tentangmu. Sejak kapan aku tak berfikir tentang dirimu. Bohong bila aku melupakanmu. Karenamu... Aku merasa ada; dicinta; nyata; bukan khayal belaka.
Kamu itu merah;
Kadang biru.
Kamu itu kuning;
Kadang hijau.
Kamu itu Hitam;
Kadang putih.
Kamu adalah semua warna yg ada dalam hidupku.
Tapi jingga adalah kita. Aku, kamu membaur jadi satu.
Bohong bila setelah hujan akan ada pelangi. Padahal itu hanya garis penuh cinta. Cerita antara kau dan aku.








5 October 2016 at 16:28
Iri, rasa yang kadang tak dapat ku hindari.
Iri tapi tak benci
Iri saat aku kini masih sendiri
Aku apa jika kalian senja?
Siang ku terasa malam
Pagiku terasa senja
Aku tak jingga, aku kelabu
Terangku tertutup awan hitam
Kamu cinta hening, aku benci sepi
Tapi aku tak benci kalian meski kuuuuuu IRI ��
HAHAHAHA, bahagia terus yaaaah
Aku tau seberapa lama kamu menunggu
Seberapa keras kamu berjuang
Dan seberapa sering kalian merindu #uuuuuuunch